Saturday, March 9, 2013

Sejarah Singkat Aluminium Foil


Sejarah Aluminium Foil
Aluminium adalah unsur kimia berwarna putih keperakan dan merupakan salah satu logam yang paling berlimpah di bumi. Karena sifatnya yang lunak, tahan lama, dan ringan, aluminium digunakan untuk berbagai industri serta perkakas rumah tangga. Aluminium juga digunakan dalam bidang transportasi, konstruksi, listrik, membuat peralatan elektronik, dan untuk membuat produk rumah tangga. Aluminium juga digunakan dalam industri kemasan. Penggunaannya yang paling menonjol adalah sebagai bahan pembuat kaleng dan aluminium foil.

Apakah Aluminium Foil?
Aluminium foil merupakan paduan aluminium yang dibuat dalam bentuk lembaran tipis. Ketebalan aluminium foil berkisar 0,2 mm dan mengandung sekitar 92% sampai 99% aluminium. Aluminium foil tersedia dalam berbagai ukuran dan karakteristik dan terutama digunakan untuk mengemas berbagai barang. Aluminium foil kadang juga dilapisi plastik sehingga membuatnya lebih kuat.
Sejarah Singkat Aluminium Foil
Pada abad ke-19, sebelum ditemukannya proses elektrolisis, aluminium hanya bisa didapatkan dari bauksit dengan proses kimia Wöhler. Dibandingkan dengan elektrolisis, proses ini sangat tidak ekonomis, dan harga aluminium dulunya jauh melebihi harga emas. Karena dulu dianggap sebagai logam berharga, Napoleon III dari Perancis (1808-1873) pernah melayani tamunya yang pertama dengan piring aluminium dan tamunya yang kedua dengan piring emas dan perak. Pada tahun 1886, Charles Martin Hall dari Amerika Serikat (1863-1914) dan Paul L.T. Héroult dari Perancis (1863-1914) menemukan proses elektrolisis yang sampai sekarang membuat produksi aluminium ekonomis.
Penggunaan Aluminium Foil
Terdapat berbagai penggunaan aluminium foil seperti untuk bahan insulasi panas, pelindung, dll. Namun penggunaan yang paling umum tentu saja sebagai kemasan dan alat memasak. Aluminium bekerja baik sebagai penghambat oksigen dan cahaya. Kedua elemen tersebut dikenal mampu mengubah tekstur dan rasa makanan. Ini berarti selain berperan sebagai pembungkus, aluminium foil juga akan membuat makanan lebih awet sekaligus menjaga cita rasanya.

Alumunium foil adalah lembaran aluminium tipis yang dapat dipakai untuk berbagai macam aplikasi memasak ataupun lainnya. Salah satu keuntungan dari menggunakan aluminium foil adalah karena sifatnya yang dapat digunakan kembali hingga beberapa kali. Sebenarnya aluminium foil dapat di daur ulang seperti kaleng aluminium yang dapat dilebur dan menjadi bahan aluminium yang dapat digunakan kembali untuk membuat berbagai produk mulai dari kuali, panci, dll. Tetapi bila kaleng aluminium bekas minuman sudah banyak ditampung dan di daur ulang, aluminium foil lebih tidak banyak di daur ulang karena kebanyakan adalah bekas pemakaian dapur sehingga lebih kotor, berminyak, dll walaupun secara bahan dapat diproses. Tetapi sifat aluminium foil sendiri dapat digunakan berkali-kali, tidak seperti pembungkus dari plastik yang lebih cepat dibuang.
Bila anda menggunakan aluminium foil untuk menyimpan atau memasak makanan, maka anda dapat cuci aluminium foil tersebut kembali dengan sabun cuci piring/detergent (Tetapi harus diingat untuk tidak menggunakan aluminium foil bekas membungkus daging mentah). Intinya adalah, jangan langsung buang aluminium foil yang anda pakai.

Beberapa ide untuk menggunakan kembali aluminium foil:
  1. Untuk mempertahankan kehangatan roti. Anda dapat membungkus roti anda dengan aluminium foil sebelum anda bungkus dengan serbet/kain pembungkus. Aluminium foil memantulkan kembali panas yang dihasilkan dari roti hangat tersebut sehingga bisa mempertahankan suhu dengan baik
  2. Dipakai kembali untuk membungkus atau menutup makanan. Setelah aluminium foil anda cuci dengan deterjen dan di ratakan dengan benda berat/tangan anda (hati-hati jangan sampai robek) maka aluminium foil dapat digunakan kembali seperti baru. Hal ini dapat dilakukan terus berkali-kali.
  3. Sebagai penutup kukusan makanan. Saat anda akan mengkukus makanan dengan rice cooker anda dapat tutup mangkok dengan aluminium foil.
  4. Sebagai enutup kompor. Ketika kita masak seringkali minyak melentik dan mengenai bagian pinggir-pinggir kompor sehingga kotor. Anda dapat tutup pinggiran kompor dengan aluminium foil sehingga minyak tidak mengotori pinggiran kompor anda dan mudah dibersihkan.
  5. Pemoles sendok garpu. Bila sendok garpu anda terlihat agak kusam, aluminium dapat bekerja sebagai katalis untuk memoles sendok garpu tersebut. Siapkan panci yang ditutupi dengan aluminium foil. Isi dengan air dan tambahkan 2 sendok teh garam. Masukan sendok garpu anda, tunggu antara 2-4 menit, lalu bilas dan keringkan.
  6. Utuk mempertajam gunting. Semua sisa aluminium foil dapat dipakai kembali untuk mempertajam gunting. Caranya sangat mudah, yaitu ambil aluminium foil sisa, lipat hingga menjadi beberapa lapisan. Gunting lipatan tersebut dengan gunting anda hingga 7-8 guntingan. Alhasil gunting anda sudah tajam kembali.
Sisa aluminium foil juga dapat digunakan sebagai bahan untuk prakarya atau kerajinan tangan di sekolah sehingga tidak perlu menggunakan aluminium foil yang baru.
Dengan hal ini maka kita dapat terus menggunakan kembali aluminium foil kita dan tidak dibuang sia-sia.

Sembilan Kegunaan Aluminium Foil
1. Menyingkirkan karat
Gumpalkan sedikit aluminium foil, gunakan untuk menggosok noda karat pada bemper mobil atau tiang shower di kamar mandi.
2. Membuat Corong Penuang
Lengkungkan aluminium foil sehingga membentuk kerucut. Rekatkan dengan selotip dan mulailah menuangkan cairan.
3. Membetulkan Koneksi yang Longgar
Lipat beberapa kali aluminium foil jadi kecil. Masukkan lipatan di antara baterai dan per yang renggang. Dengan ini, sirkuit, misalnya pada senter atau jam dinding, dapat tersambung dan berfungsi dengan baik.
4. Mempertajam Gunting
Lipat selembar foil beberapa kali. Kemudian, potong lipatan tersebut dengan gunting tumpul untuk mempertajam mata pisaunya.
5. Merekatkan Kembali Ubin Vinyl
Letakkan  selembar foil di atas ubin vinyl yang telah kehilangan daya rekat. Tekan foil dengan setrikaan panas.
6. Menggerus Kerak Panggangan
Bentuk sepotong foil menjadi bola. Gunakan foil itu untuk menggosok kerak pada panggangan barbeque.
7. Mencegah kawat gosok berkarat 
Letakkan kawat gosok pada selembar foil untuk menjaganya dari karat.
8. Mengkilapkan perak
Letakkan foil pada panci, tambahkan beberapa sendok baking soda, tuangkan air mendidih pada panci, kemudian rendam perak yang pudar untuk pembersihan cepat.
9. Melindungi dari Tetesan Cat
Bungkuslah daun pintu, pegangan laci atau barang lainnya dengan foil saat Anda mengecat ruangan.

No comments:

Post a Comment